Saturday, November 20, 2010

KEMAAFAN DENDAM YANG TERINDAH

kehangatan mentari ku rasa kan
tak sehanggat api perbalahan
ku ketuk pintu hati
senyap dan sunyi
tiada jawapan yang ku perolehi

dinginnya malam itu bagai salju
tidak sedingin perasaan mu
kau sengaja membina dinding pemisah
di antara kita tak lagi bersemuka

kekasihku
ku rasakan perlu
menitip surat buat tatapan mu
sekali ini aku rela
merendah diri beralah
agar perhubungan terjalin semula

kekasihku
tak mungkin ku tahu
apa tersirat di hati kecil mu
andainya aku yang bersalah
maafkan saja

kemaafan..... dendam yang terindah

kehangatan mentari
dingin salji
bertukar ganti hari ke hari
aku masih di sini
sabar menanti
terbuka kembali hatimu yang terkunci

kemaafan..... dendam yang terindah.....



No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin